kumpulan puisi untuk negeri


Guru, Kau sinar cahya dalam kegelapan
Laksana sebuah lilin dalam kehampaan
Engkau takkan mengeluh sekalipun hancur meleleh
Apimu akan terus menyalakan lilin-lilin kecil lainnya
Apimu bagai sebuah penyemangat buat kami
Takkan pernah padam dimakan zaman
Takkan lekang dimakan waktu

Guru, engkau laksana atap yang kokoh
Kau akan selalu melindungi kami
Dari terik dan panasnya matahari
Dari dinginnya hujan di malam hari
Sekalipun kami mengabaikanmu
Kau takkan pernah meninggalkan kami

Guru, Engkau bagai asa dalam kehancuran
Walau tembok besar menghadang
Kau akan tetap maju dengan lantang
Katamu tak akan pernah kami lupakan
Demi sebuah kemajuan di negeri penuh harapan

Namun seiring perkembangan zaman
Cahyamu kian meredup tertindas arang
Perlahan kau pahami arti hedonisme
Kemudian kau mulai tinggalkan arti idealisme
Dari paradigma sebuah materialisme

Guru, lihatlah hasil didikanmu sepuluh sampai dua puluh tahun lalu
Pandangilah putra bangsa yang kau banggakan dulu
Tak bedanya dengan tikus got yang kau beri dasi
Tak bedanya sebuah pelacur jalanan yang tak punya harga diri
Masih pantaskah kau menyebut dirimu pahlawan tanda jasa ???
Sistem apa yang membuatmu seperti ini???
Uangkah??
Hartakah??
Wanitakah?? atau
Tahtakah??
Kau racuni apa mereka sehingga tak punya moral??
Kau apakan otak mereka sehingga seperti kadal??

Dan kini lihatlah anak didikmu yang masih belajar
Masih banggakah kau pada mereka??
Yang hanya bisa tawuran ! narkoba dan sex bebas!!
Masihkah kau cinta dengan mereka yang terdegradasi moralnya ??
Aku yakin kau kan berteriak lantang
“Itu bukan didikanku !!!”

Zaman memang telah mengalami transformasi
Transdensi dari sebuah titik kulminasi
Tapi tak begitu dengan moral
Di negeri yang masih menangis ini moral adalah segalanya
Moral adalah panglimanya
Namun kenyataannya di negeri tercinta
Moral adalah kacungnya
Merah putih semakin layu
Indonesia raya semakin fals
Garuda kian rendah terbangnya

Aku sadar aku tahu sinar harapan itu masih ada
Dari sebuah perbaikan untuk sebuah kejayaan
Secercah cahaya darimu guru yang kami harapkan
Jika sertifikasi tak mampu menyadarkanmu
Masih ada hati nurani yang membangkitkanmu
Biar elit politik sibuk dengan kasusnya
Kau kan tetap maju bersama muridmu
Karena pendidikan adalah suatu proses
Proses dari sebuah kemerosotan menuju kemajuan

Biarpun Century tak terselesaikan
Biarpun hukum tak adil untuk mbok minah
Biarpun keadilan masih bisa dibeli oleh susno dan anggodo
Biarpun koin Prita menumpuk seperti gunung bromo
Dan sekalipun bumi berhenti berputar
Kau tetap Pahlawan kami
Pahlawan yang menyegarkan ketika kami dahaga
Bagai fajar yang menghangatkan di pagi hari
Dan Sang Surya yang tak pernah berhenti menyinari bumi

Hanya satu yang bisa kami sampaikan
Terima kasih guru
Karyamu akan kami sampaikan nanti kepada malaikat munkar nankir
Mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan
Ucapan yang tak bermakna dari anak didikmu yang hina ini
Dan hanya doa yang bisa kami panjatkan
Semoga Tuhan membalas amal baik bapak/ibu guru
Majulah pendidik negeri ini
Jadikanlah negeri ini adikuasa dan adidaya
Karena suatu saat nanti kami yakin itu semua nyata
Usaplah air matamu dan singsingkan lengan bajumu serta teriakkan
semangat !!!

By: Datu Jatmiko(da_miko for RI1)

5 Komentar

  1. ngeri bangat uh puisinya………..
    pertama enak neh bacanya……….
    tapi tiba di tengah……….
    waduh…………..

    • heheh iya je gak tahu tiba2 aja pikiranku kayak gitu makasih banyak ya heheh

  2. puisinya puaaanjaaaaang banget,,,,,capek bcane,,,tp sbnere puissne bgus kog,,,,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.